Senin, 02 Januari 2012

"Terang itu, kini menjadi Redup"

Nama : Maharany Amalia W.
NPM  : 1041010001 
T.U.G.A.S MK TEORI ILMU ADM. NEGARA

Layang-layang terbang melayang di angkasa,
Gulungan ombak memecah kesunyian,
Angin malam menderu menyapu pasir, menyapu gelombang
Ombak laut menghantam butiran sebuah kapal pasasi dengan bengisnya
Di atas geladak mana, berdiri sang remaja kita
Dia tak peduli pada hempasan ombak yang sampai menampar wajah dan tubunya
Tak peduli juga pada badai angin yang mengais-ngais rambutnya
Wajah remaja itu dengan serta-merta menjadi dewasa
menghadapi ombak dan badai dirinya sendiri
Dia bahkan menolak ajakan sang Ibu
yang mengikutinya, ketika yang terakhir ini mengajaknya masuk
 ke dalam kabin, dan berkata :

“Biarkan aku sendiri, Ibu” katanya kepada Ibunya.
“Yang ini bukan apa-apa,
karena aku tahu, aku masih akan menghadapi
gelombang dan badai yang seribu kali lebih besar.
Dan mungkin sejuta kali juga lebih sunyi...!”


Ombak di pantai itu seolah mengidap kepedihan yang sama
Dalam benaknya, remaja itu berpikir
akan kerasnya hidup ini
Betapa ia akan terasingkan, ketika ia putus sekolah
dan harus mengubur dalam-dalam cita-citanya
Saat pemerintah memberi kebijakan bantuan
untuk rakyat miskin agar tak putus sekolah,
Namun semua harapan itu hilang, sirna begitu saja
Ketika janji-janji pemerintah tak terealisasikan

Hingga Ia pun menjadi korban akan ketidakpuasan orang-orang berdasi yang tega melakukan ‘’korupsi atas hak rakyat kecil yang masih ingin terus sekolah!”

1 komentar: